Belajar Sabar

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan kabar bahagia dari salah satu sahabat saya. Akhirnya sahabat saya melahirkan baby yang sangat lucu dalam sebuah penantian yang lumayan panjang. Sahabat saya baru mendapatkan momongan setelah 6 tahun (2006-2012). Alhamdulillah…

http://www.smileycodes.info

Waktu kehamilannya kebetulan sama dengan kehamilan saya waktu itu. Cuma berbeda selang sekitar 1 bulan. Cukup mengagetkan berita kehamilan itu. Karena sahabat saya sedang belajar S3 di Jepang, komunikasi yang kami jalin via email atau sms.

 

Perjalanan panjang itu dimulai 5 tahun lalu, sejak sahabat saya menikah. Ketika tak kunjung hamil, banyak cara mereka lakukan untuk segera mendapatkan momongan. Dari periksa ke dokter. Ada yang bilang pijat, mereka lakoni. Namun saya salut dengan mereka, bahwa mereka tetap menjalani hidup ini dengan ceria dan tetap mesra.

Eh iya, beberapa bulan setelah menikah, sababat saya pindah ke Lampung karena suaminya menjadi dosen di Lampung. Dan ternyata saat itu suami sahabat saya mempunyai kesempatan untuk belajar S2 dan S3 di Jepang. Dan hubungan suami istri jarak jauh (Jepang-Lampung) mereka lakoni. Dan program untuk mempunyai momongan jadi tertunda. Meski sebelum keberangkatan suaminya ke Jepang, program untuk memiliki momongan belum juga membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Beberapa bulan setelah kepindahan ke Lampung, sahabat saya diterima menjadi dosen di tempat suamiya bekerja. Jadi ketika suami sahabat saya belajar di Jepang, sahabat saya tetap di Lampung. Sendirian…

Setelah hubungan jarak jauh mereka lakoni, sekitar 2-3 tahun akhirnya datang kesempatan untuk sahabat saya belajar di Jepang. Akhirnya meraka tak lagi hubungan jarak jauh. Dan ketika akhirnya mereka bersama hidup di Jepang, masih dengan mimpi yang dulu. Mereka ingin segera memiliki momongan. Meski mereka bersama, itu juga tak membuat mereka segera bisa memiliki momongan. Mereka cari usaha untuk bisa memdapatkan momongan (selain pasrah ama Yang Kuasa) di Jepang. Sahabat saya bilang dia mengikuti terapi hormon. Dan kalo gak salah setahun kemudian sahabat saya hamil…

Saat itu sahabat saya bilang: “Apa jadinya ya kalo saya waktu itu masih di Lampung langsung hamil…? Saya hidup jauh dari orang tua, jauh dari suami.”

Saya menambahi : “Iya… Kemana-mana sendiri, Periksa kehamilan sendiri.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Saya belajar banyak dari sahabat saya. Bahwa kesabaran itu sangat indah pada akhirnya. Dan Allah Yang Kuasa itu akan memberikan anugerahnya pada hamba-Nya di waktu yang tepat. Saya akhirnya memahami bahwa belum diberi anugerah itu, karena saya sangat yakin Allah akan memberikannya di waktu yang tepat. Seperti sabahat saya, dia merasa bahwa anugerah itu datang di waktu yang SANGAT tepat. Waktu dimana mereka bisa membesarkan buah hatinya…. bersama.

 

Untuk sahabat saya… Yuyun – Radix juga Akira (kangen banget….!)

http://www.smileycodes.info

5 thoughts on “Belajar Sabar

  1. berarti memang benar ya mbak, segla sesuatu yg terjadi sudah ada alasannya. tidak perlu mengeluh jika sekarang kita masih banyak hal yg belum dimiliki atau dicapai, karena bisa jadi akan datang di saat yg tepat.. Allah itu maha mengetahui apa yang dibutuhkan umatNya🙂

  2. jalan hidup lain lain ya.. tuhan pasti memberi yang terbaik.. jadi tidak sendirian melahirkan..
    selamat lahir bayi baru.. selamat bagadang ya.. semoga selalu sehat dan bahagia..

  3. Ping-balik: Sahabat « Celotehan

Silahkan tinggalkan jejak...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s