Pemuda Buta

(Sebuah kisah nyata…!)

Tiba-tiba saya teringat oleh seorang pemuda tuna netra yang pernah saya kenal, sekitar 4 tahun yang lalu. Namanya… (waduh, saya lali je). Pokoknya seorang pemuda, saat itu kayaknya sekitar 20 tahun usianya. Pertama ketemu dan kenal saat dia bersama temannya ke warnet (saat itu saya masih menjadi operator warnet di kota Jogjakarta). Setelah kami menyapa, kebetulan hari itu saya sedang berjaga dengan teman.

Waktu itu dia bertanya: “Mbak, ada program untuk tuna netra?”

Kami menjawab: “Wah, maaf mas. Warnet kami belum menyediakan program untuk tuna netra untuk bisa browsing internet.”

“Sayang sekali, kami udah masuk ke warnet manapun tapi tidak ada fasilitas untuk tun netra. Padahal kami juga membutuhkan sarana agar kami bisa akses internet. Begini saja mbak, besok saya bawakan software untuk tuna netra”, kata pemuda tuna netra itu.

Hingga suatu hari pemuda dan temannya emang membawa software untuk tuna netra. Trus warnet kami mengisntalnya. Jadi… pemuda itu bersama temannya bisa akses intrenet. Dan mereka akhirnya menjadi pelanggan setia kami. Kami juga men-scan buku-buku mereka, agar mereka bisa membaca buku itu lewat suara, dengan program yang telah diinstal.

Namun, beberapa waktu yang agak lama pemuda tuna netra bersama temannya tidak nampak di warnet. Udah gak pernah datang ke warnet kami. Hingga suatu hari pemuda itu datang bersama temannya.

Dan salah satu dari mereka bilang: “Mbak dan Mas… Saya pengen mengucapkan terima kasih karena selama ini telah merepotkan. Mbak dan Mas telah banyak membantu saya. Dalam waktu dekat ini saya akan berangkat ke Inggris. Saya mohon pamit. Saya mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di sana”.

Saya dan teman-teman kaget mendengar ucapan pemuda itu. Itu pertemuan terkahir saya dan teman-teman dengan pemuda tuna netra itu. Subhanalloh…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Sebuah kisah yang mengajarkan pada saya bahwa di setiap kelemahan, di setiap kekurangan. Alloh pasti akan melebihkan sesuatu di sisi yang lain. Beuh… saya yang normal saja belum tentu bisa tembus kuliah di Inggris. Tapi pemuda itu….tuna netra. Subhanalloh…

Mungkin dia sekarang udah menyelesaikan pendidikannya.
Mungkin juga dia sekarang udah menjadi orang yang berguna.
Insyaalloh….

Silahkan tinggalkan jejak...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s