Ibarat Kucing Dalam Karung

Berawal dari chat, trus kenalan dan bertukar nomor hape berlanjut deh semakin sering komunikasi via chat maupun sms-an.
Dari perkenalan dunia maya yang terkadang berakhir dengan sebuah kata cinta. Wuih.. Cinta dunia maya. Meski antara pihak satu dengan yang lainnya belum pernah saling ketemu. Ya berbekal foto untuk mengetahui wajah di seberang sana. Aih… aih… Terkadang dari perkenalan yang maya tadi, trus ke percintaan eh berakhir dengan pernikahan.

Tiga kisah sahabat
Ada seorang sahabat dari Jogja namanya Jaka, eh gara-gara berkenalan dengan seorang cewek asal Palembang melalui chat tadi, akhirnya menikahlah mereka. Sekarang dah punya anak satu. Yang namanya jodoh ya… Misterius! Namun ada temanku yang lain, dia berkenalan dengan seorang pria melalui chat yang ternyata pria itu asalnya juga dari Jogja meski kerjanya di Jakarta. Singkat cerita terjadilah percintaan. Ya… berawal dari chat trus tuker nomor hape. Yang membuat temenku jatuh cinta ma itu pria, dia sering banget di kirim barang dari Jakarta, juga pulsa. Wah… enak tenan rek. Eh, setelah lama-kelamaan ternyata diketahui kalo itu pria adalah suami orang. Gubrak! Temenku dilabrak ma istrinya… Syerem! Ada kisah lagi nie, berawal dari chat temen aku pernah ketipu ama seorang lelaki asal Aceh tapi tinggal di Jogjakarta. Karena komunikasi yang terjalin sangat dekat meski bukan pacar. Eh, saking percayanya ketika lelaki itu meminjam uang 1 juta ma temen aku, eh dia kasih. Akhirnya… duitnya melayang dan pertemanan menghilang. Dasar o’oooon dah, kenapa mesti tuh anak kasih pinjem ama orang asing. Hadeeeh….

Pencarian pacar/teman di dunia maya itu ibaratnya membeli kucing dalam karung. Beruntung kalo mendapatkan kucing yang imut-imut, lucu, gemesin. Lha kalo dapatnya kucing garong. Nah loe…. Terkadang (banyak), orang di dunia maya itu bukan pribadi yang sesungguhnya. Banyak topeng gitu. Muka Tukul (maaf, om tukul), eh ngakunya muka Afghan. Ngaku anak orang kaya, eh ternyata kere. Ngaku lajang eh ternyata “in relationship”. Dan banyak kebohongan laen. Ya… itulah pertemanan dunia maya.
Seperti beli kucing dalam karung…..

2 thoughts on “Ibarat Kucing Dalam Karung

Silahkan tinggalkan jejak...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s