Jalan Lurus Yang Berkelok

Dunia ini diciptakan diantaranya adalah gunung, laut, hutan dan jalan yang luas. Diantara jalan jalan yang luas terdapat jalan yang lurus, jalan yang berkelok kelok dan jalan yang bercabang cabang, bahkan banyak pulan jalan terjal yang menanjak. Tentunya kita sebagai manusia biasa dengan banyak keterbatasan sangat membutuhkan yang namanya petunjuk, membutuhkan bantuan dan membutuhkan bimbingan untuk dapat melalui setiap jalan, setiap persimpangan, supaya kita tidak tersesat, supaya kita tidak terjerumus dalam lobang jalan, supaya kita tidak tersandung oleh kerikil tajam.

Demikian pula yang kita alami dalam kehidupan sehari hari didunia, tidak lepas dari ujian dan cobaan, tidak lepas dari kerikil kerikil tajam yang sewaktu waktu melukai kita, menggoyahkan iman kita, menyesatkan kita. Akankah kita terus berjalan sendiri, mereka reka jalan mana yang akan kita tempuh, kapan kita harus menghindar, kapan kita harus berjalan atau kapan kita harus berlari. Kita tentu tidak akan tau kalo tidak ada yang membimbing kita, kita juga tidak akan tahu kalo tidak ada yang menunjukkan jalan, kita juga pasti akan tersesat bila tidak melihat petunjuk yang ada. Kita juga pasti terjerumus atau tersandung bila tidak ada yang menasehati dan menerangi jalan didepan kita.

diturunkannya Al Quran adalah untuk menerangi jalan kita, untuk membimbing kita menuju jalan yang benar, untuk menunjukkan ke kita jalan mana yang harus kita tempuh, jalan yang lurus tanpa harus terjerumus, tanpa harus tersandung, tanpa harus meraba raba. Yang mengingatkan kita bila mana kita melewati persimpangan yang salah, menunjukkan jalan hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seperti tertuang dalam Al Quran surat Al Faatihah, berikut
Tunjukilah kami jalan yang lurus, [al Faatihah:6]

Potongan ayat diatas aja mengingatkan, bahwa kita ini berada di jalan yang salah, sampe kita harus memohon kepada Allah supaya ditunjukkan jalan yang lurus, jalan yang harus ditempuh, jalan yang harus dilalui, jalan yang akan membawa kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Apakah kalo kita sudah berada dalam jalan yang lurus dan benar tidak perlu memohon lagi pada Allah?. Tentu tidak, didepan sana masih banyak persimpangan, masih banyak percabangan, kita tidak tahu kapan jalan menjadi terang dan kapan jalan menjadi gelap. Hanya Allah yang tahu. bisa jadi sekarang jalannya sudah benar tapi di kemudian hari kita tersesat, bisa juga sekarang kita tersesat, tetapi kemudian hari ada yang berkenan menunjukkan jalan menuju kebenaran, jalan yang lurus. Untuk itu marilah kita senantiasa bertawakal, ingat pada Allah, berpedoman pada Al Quran, mengikuti jejak rasul dan sunahnya. Menjalankan amal ibadah dan amal sholeh dengan sebaik baiknya untuk mendapatkan ridlo dari Allah swt.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. [Al An’aam:39]

Jalan yang lurus adalah jalan yang paling sulit ditempuh, jalan yang paling banyak cobaannya, jalan yang berlubang lubang dan banyak persimpangan. Bila kita tidak memanfaatkan mata kita, telinga kita, hati kita dan kaki kita untuk melangkah pada jalan yang benar sudah pasti kita akan terjerumus. lebih mudah untuk melewati jalan yang sesat dari pada menemukan jalan yang lurus, lebih mudah bagi kita untuk tergoda dari pada menjaga iman kita. kadang kala kita sudah merasa berada dalam jalan yang benar, akan tetapi ternyata setelah kita tau, kita berada dalam jalan yang salah. untuk menghindari hal itu, maka kita diwajibkan untuk saling mengingatkan, untuk saling menasehati, berjalan beriringan menuju kebenaran.

Al Ashr:
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

barang siapa tidak mau menasehati atau dinasehati saudaranya adalah orang yang merugi
barang siapa tidak mau mendengarkan nasehat untuk menuju jalan yang lurus(kebenaran) adalah orang yang mendustakan ayat ayat Allah
barang siapa merasa marah, tersinggung, jengkel dan kesal bila dinasehati untuk menuju kebaikan, akan dibenamlah dalam kegelapan.

Ya Allah, Lindungi kami ……
Ya Allah, bimbinglah kami…….Ya Allah
Tunjukkanlan kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridloi….

Ampuni kami Ya Allah…
Kasihanilah kami….Ya Allah…….
Hanya kepada-Mu Ya Allah kami meminta pertolongan…..
Hanya kepada-Mu Ya Allah kami meminta petunjuk……
Hanya kepada-Mu Ya Allah kami memohon.

Silahkan tinggalkan jejak...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s