Pintu Yang Selalu Terbuka


“Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan. Namun sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat” (H.R. Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Sebagai keturunan adam kita selalu melakukan perbuatan dosa. Berulang kali kita terbelenggu dalam syahwat kita sendiri. Karena emang keturunan adam telah “diciptakan” untuk melakukan dosa. Dan di saat yang sama kita diperintahkan untuk bertaubat atas kesalahan yang kita lakukan. Itulah pilihan terbaik yang seharusnya kita pilih. Yup, menjadi terbaik itu berarti menjadi orang yang bertaubat.

Kesalahan kita di masa lalu terkadang membuat kita selalu berpikiran negatif dalam menyikapi dosa, yang terkadang membuat kita berada dalam kondisi yang sulit. Terkadang kita merasa bahwa dosa yang kita lakukan begitu kelamnya hingga kita tak mampu berpikir jernih atau saat Allah membiarkan kita berlama-lama berada dalam kesalahan itu.

Percayalah..!! Kalo pintu itu masih saja terbuka hingga kini. Di pintu itu, Allah menanti kita dengan gembira. Segeralah dan jangan menunggu lebih lama. Karena ada saatnya pintu itu akan tertutup. Yaitu saat malaikat maut mengajak kita kembali kepada Allah. Tidak ada lagi taubat…

Jangan menunda taubat
Ingatlah selalu bahwa syaitan selalu mempunyai muslihat untuk memalingkan anak Adam dari kebaikan. Ketika kita merencanakan kebaikan, syaitan berusaha membuat kita untuk menunda kebaikan. Karena itu kita mesti mengingat bahwa batas akhir usia hanya Allah yang tahu. Kapan, dimana dan bagaimana hanya Beliau yang tahu. Mungkin 10 tahun lagi atau 10 detik lagi. Bahwa menunda taubat itu juga merupakan sebuah dosa yang tersendiri.

Di waktu yang lalu, kita bersimpuh dan menangis dalam penyesalan yang dalan, namun di hari ini kita kembali terpeleset dalam kesalahan yang sama. Masih adakah taubat buat kita? Karena ini seperti kita mempermainkan Allah. Namun, lebih baik kita jangan pernah berprasangka buruk pada Allah. Bila dosa itu kembali terulang, jangan pernah ragu dan bosan untuk mengulangi taubat kepada-Nya.

Ikuti jejak “Pembunuh 99 Orang”

Di negerinya, pria itu telah membunuh 99 jiwa. Suatu saat ada cahaya yang melintas di hatinya bahwa dia ingin bertaubat. Saat cahaya itu semakin besar, pria itu menemui seorang alim untuk meminta nasehat. Namun untuk mewujudkan niat mulia itu ternyata tidak mudah. Sang alim yang dia datangi terlalu kaget saat dia mendengar cerita kalo pria itu telah menghabisi 99 jiwa. Lalu sang alim berkata: “Tidak ada lagi jalan taubat yang terbuka untukmu..!”. Hal itu membuat hati pria itu sedih dan perih yang berubah menjadi amarah. Dan dibunuhlah sang alim itu, hingga genap 100 jiwa yang telah dibunuhnya.

Pria itu terus melangkahkan kakinya, dan kemudian bertemu dengan seorang alim lagi. Tetapi alim ini sangat berbeda. Saat pria itu menanyakan pertanyaan yang sama: “Masih adakah taubat untukku?”. Sang alim berkata: “Tentu saja anakku. Siapakah yang bisa menghalangimu untuk bertaubat? Pergilah kau ke negeri Fulan. Di sana ada orang yang beribadah kepada Allah. Jangan pernah kembali ke negeri asalmu, sebab itu adalah negeri yang buruk”.

Bila masa lalu kita terasa sangat kelam, maka ketahuilah bahwa cahaya Allah begitu terangnya. Cahaya itu akan menerangi masa lalu kita yang kelam, jika kita bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.
Bahwa pintu itu masih terbuka hingga kini…
Semoga Allah menerima taubat kita. Amin.

Gambar: http://www.deviantart.com

Silahkan tinggalkan jejak...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s