9

Putri Kecilku

Perkenalkan….

Putri kecilku, namanya Laksmi Sinar Kristal. Panggil saja Sinar…. Pasang fotonya dulu ya. Ceritanya nanti….

Image

Setelah kelahiran, sekitar 2 jam merasakan dunia baru…

Image

Yang ini Sinar usianya 5 hari…

Image

Sinar usia 10 hari…

Image

Putriku sedang tidur, usia 3 minggu-an… Ndut ya.

Image

Karena ibunya sedang merapikan tempat tidur, akhirnya Sinar diungsikan di keranjang cucian… Hihi.

 

14

Tendang Lag, Nak….

Gimana kabarnya, Nak? Semoga kau selalu baik-baik saja di situ. Di dalam perut ibumu ini. Ibu senang ketika kau menggoda ibu dengan tendangan dari kaki dan tangan mungilmu itu. Ya… Terkadang memang membuat ibu kaget, tapi ibu senang dengan hal itu, Nak. Ketika kau terdiam, ibu sering mengelus perut ibu, menepuk dengan lembut perut ibu dengan harapan kau tendang lagi ibu. Dan kau membalasnya. Senangnya ibumu ini, Nak…!

Kelak, Nak…! Jadilah kau orang yang jujur, dermawan dan rendah hati. Semoga Allah selalu menjagamu. Aamiin.

Ayo…. Tendang ibu lagi, Nak.

5

Antara Watuk dan Watak

“Nek watuk, ana obate. Nek watak ora ana obate.”

Kurang lebih artinya : Kalo sakit batuk, ada obatnya. Kalo kepribadian, gak bisa diubah.

Ibu saya pernah mengatakan hal itu beberapa waktu lalu. Mungkin emang benar ya, kalo yang namanya batuk dikasih obat batuk ya… Insyaallah (dengan ijin Allah) sembuh. Tapi coba yang namanya watak (kepribadian), tetep saja sulit diubah. Mungkin masih bisa diubah sih, tapi nampaknya sulit juga.

Ya itu tadi, antara watak dan watuk…

tanda tangan

6

Setelah 7 Bulan, Oke….?!

Ketika melihat macem-macem perlengkapan bayi, sepertinya saya pengen segera membelinya. Soalnya lucu-lucu bentuknya apalagi untuk perempuan mungil. Haduh…. Setelah utarakan ke ibu dan suami saya, Eh, semua langsung jawab, “Oke, tapi setelah 7 bulan”. Yaaahh….

Tadinya saya pikir, dikit-dikit mulai mencicil perlengkapan bayi gitu. Biar gak berat di kantong. Tapi entahlah, banyak orang bilang, pokoknya setelah usia kandungan 7 bulan. Ada yang bilang pamali. Ada yang bilang ‘ora ilok’ (gak pantas). Ada yang bilang nanti bayinya kenapa-kenapa. Dan banyak lagi alasan-alasanya. Saya pikir pasti ada alasan yang masuk akal sih. Tapi kalo dibilang pamali, kok sepertinya saya tidak bisa menerima alasan itu. Bagi saya, keselamatan saya dan bayi saya adalah urusan Allah gitu. Yang Maha Menolong. Dan kalo pada akhirnya saya akhirnya membeli setelah usia 7 bukan, bukan karena takut sih. Tapi saya menaati ibu dan suami saya.

Sampe sekarangpun saya tidak tahu kenapa alasannya mesti setelah 7 bulan. Waktu itu saya mengutarakan ketika usia 6 bulan. Saya pikir sebelum usia kandungan besar, jadi kalo belanja-belanja kan, gak berat (tenaga)…..

Entahlah….! Manut wae…!

tanda tangan

20

Ngliwet apa Manasi Beras….?!

Pagi-pagi sesampai di kantor dapat sms dari Garwa… “Arep ngliwet apa manasi beras...?” Kurang lebih artinya: “Ini mau memasak nasi apa sekedar memanaskan beras..?

Gak sadar, dengan sms Garwa maksudnya apa? Setelah sekian menit…. Eh, ternyata tadi pagi saya lupa memencet tombol ‘Cooking’ di alat pananak nasi listrik. Alhasil, nasi yang semestinya mau dimaem buat sarapan Garwa masih dalam bentuk beras hangat. Hihihi…. Ini bukan yang pertama saya lupa pencet tombol itu. Dulu, ketika saya dan Garwa udah siap-siap makan di meja makan, dan membuka penanak nasi, ternyata masih BERAS!

“Dasar Cempluk…. Lalen…!”, kata Garwa.

Dan makan tertunda 45 menit….

Image

23

Jadi [Calon] Ibu Itu….

Woow……

Sebenarnya saya masih belum percaya bahwa ada nyawa yang ada di dalam perut. Dan merasakan gerakannya, mendengarkan denyut jantungnya, dan melihat gerakannya yang menggemaskan. Ya..! Saya akan menjadi seorang ibu. Yang saat saya tulis post ini usia kandungan saya 5 bulan. Semoga selalu sehat yaa Allah. Aamiin.

Ternyata… Hamil yang saya alami itu membuat :

1. Jadi lebih sensisif yang kadang-kadang aneh. Hehehehe…. Pernah menangis karena suami menyalakan anti nyamuk yang biasanya dipasang tiap malam. Kenapa? Karena bau anti nyamuk listrik wangi lavender, yang selama hamil saya anti banget dengan bau wangi. Padahal tinggal cabut kabelnya aja, beres. Eh, pake nangis juga.

2. Gak doyan makanan yang berbau daging/ikan. Biasanya apa-apa doyan, tapi selama hamil ternyata membuat saya cukup sering mengeluarkan lagi makanan yang berbau daging/ikan yang saya makan. Meskipun ikan katanya baik untuk janin, dan oleh karenanya saya memaksakan memakan, tapi tetep saja sulit diterima tubuh.

3. Jadi lebih manja kali ya. Hehehe….

4. Menyadarkan bahwa menjadi ibu itu ternyata berat. Mulai hamil saja, umumnya banyak keluhan, badan tidak enak, makan tidak enak, tidur tidak nyaman. (Pengalaman saya sih). Tapi saya tidak menyesali menjadi seorang wanita. Amat sangat membahagiakan melihat perut yang semakin buncit, meski di sisi lain pinggang manjadi pegel, kaki menjadi pegel. Namun semuanya hilang setelah membayangkan akan ada ‘malaikat kecil’ yang akan hadir.

Ya… Rasa menjadi calon ibu…. Ya. seperti itu.

tanda tangan